<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>yuen is me...</title>
	<atom:link href="http://yuenisme.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://yuenisme.wordpress.com</link>
	<description>dari Yuen untuk anda</description>
	<lastBuildDate>Fri, 22 Jul 2011 05:08:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='yuenisme.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>yuen is me...</title>
		<link>http://yuenisme.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://yuenisme.wordpress.com/osd.xml" title="yuen is me..." />
	<atom:link rel='hub' href='http://yuenisme.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Fotografi Kemerdekaan dan Kemerdekaan Fotografi</title>
		<link>http://yuenisme.wordpress.com/2008/08/17/fotografi-kemerdekaan/</link>
		<comments>http://yuenisme.wordpress.com/2008/08/17/fotografi-kemerdekaan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 Aug 2008 09:41:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yuen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jurnalisme]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuenisme.wordpress.com/?p=135</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Asvi Warman Adam Coba bayangkan seandainya tidak ada Frans Soemarto Mendur di Pegangsaan Timur 56 Jakarta tanggal 17 Agustus 1945 ? Apakah proklamasi kemerdekaan Indonesia itu dapat diyakini benar-benar terjadi? Sebagai fotografer ia mengabadikan peristiwa yang teramat bersejarah bagi bangsa Indonesia itu. Untuk menghindari penggeledahan Jepang, Frans Mendur menyembunyikan negatif film itu di dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuenisme.wordpress.com&amp;blog=657570&amp;post=135&amp;subd=yuenisme&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;color:black;">Oleh Asvi Warman Adam</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;color:black;">Coba bayangkan seandainya tidak ada <strong><span style="font-weight:normal;font-family:Georgia;">Frans Soemarto Mendur</span></strong> di Pegangsaan Timur 56 Jakarta tanggal 17 Agustus 1945 ? Apakah <span class="yshortcuts">proklamasi kemerdekaan </span></span><span class="yshortcuts"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;color:black;">Indonesia</span></span><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;color:black;"> itu dapat diyakini benar-benar terjadi? Sebagai fotografer ia mengabadikan peristiwa yang teramat bersejarah bagi bangsa </span><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;color:black;">Indonesia</span><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;color:black;"> itu. Untuk menghindari penggeledahan Jepang, Frans Mendur menyembunyikan negatif film itu di dalam tanah pada halaman belakang kantornya. </span><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;color:black;">Foto-foto ini baru dimuat bulan Februari 1946 pada harian Merdeka.</span><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;color:black;"> </span><br />
<span id="more-135"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;color:black;"> <span class="yshortcuts">Bukti</span> sejarah yang lain yakni rekaman pidato Proklamasi itu sendiri tidak sempat dibuat waktu itu. Tahun 1950 <strong><span style="font-weight:normal;font-family:Georgia;">Jusuf Ronodipuro</span></strong> berhasil membujuk Bung Karno untuk melakukan rekaman setelah mulanya ditolak. </span><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;color:black;">Proklamasi itu hanya sekali dan tidak diulang lagi, tukas Bung Karno. Tetapi ini perlu dan penting bagi sejarah terutama untuk generasi muda, ujar Jusuf Ronodipuro.</span></p>
<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0       MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Fotografi itu bukan saja saksi sejarah tetapi juga bukti sejarah. Anekdot yang disampaikan sejarawan terkemuka Indonesia Sartono Kartodirdjo mengungkap hal ini. Dalam konferensi IAHA (International Association of Historians of Asia) ketiga di Manila tahun 1971, sejarawan Taufik Abdullah sehabis seminar bergurau kepada rekan-rekannya. Ia tidak akan mencuci tangannya sampai besok pagi, karena tangan itu masih wangi sehabis berjabatan tangan dengan Imelda Marcos, Ibu Negara dan mantan ratu kecantikan Filipina.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;color:black;">Sartono menukas, bersalaman berapa kali? Taufik Abdullah menjawab &#8220;satu kali&#8221;. Lalu Sartono membalas, saya tiga kali, stand 1-0 kata Sartono. Lalu Sartono menyerang lagi; apa buktinya bersalaman dengan Imelda? Kata Taufik tidak ada, sedangkan Sartono memperlihatkan foto ia bersalaman dengan Imelda Marcos. Skor 2-0. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;color:black;">Bukan hanya sebagai pelengkap sejarah, <strong>f</strong><strong><span style="font-weight:normal;font-family:Georgia;">otografi selain mewartakan perubahan</span></strong> juga <strong><span style="font-weight:normal;font-family:Georgia;">ikut melakukan perombakan</span></strong>. Gunawan Mohammad dalam wawancara dengan Karen Strassler mengatakan bahwa pada tahun 1998 <strong><em><span style="font-weight:normal;font-family:Georgia;">&#8220;Suharto was brought down by the photographe&#8221;</span></em></strong>. Mengenai penyebab jatuhnya Suharto tentu faktor dan unsurnya tidak tunggal, namun salah satunya adalah foto. Foto mahasiswa yang menyemut menduduki MPR dari kaki gedung sampai ke atapnya merupakan saksi dan &#8220;ketuk palu&#8221; terjadinya pengalihan kekuasaan. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;color:black;">Dalam <strong><span style="font-weight:normal;font-family:Georgia;">suasana ketidakjelasan sekitar proklamasi dan sesudahnya</span></strong><strong>, </strong><strong><span style="font-weight:normal;font-family:Georgia;">kekuasaan belum sepenuhnya di tangan bangsa Indonesia</span></strong>, maka <strong><span style="font-weight:normal;font-family:Georgia;">fotografer perintis telah mengambil inisiatif mengambil gambar-gambar yang dirasa penting</span></strong><strong> </strong>seperti <strong><span style="font-weight:normal;font-family:Georgia;">proklamasi kemerdekaan dan lain-lain dengan peralatan terbatas</span></strong>. Dengan latar belakang demikianlah, Indonesia Press Photo Service (IPPHOS) didirikan 2 Oktober 1946 di Jakarta oleh <strong><span style="font-weight:normal;font-family:Georgia;">Alex</span></strong> dan <strong><span style="font-weight:normal;font-family:Georgia;">Frans Mendur</span></strong> dkk. Selama tiga bulan pertama setelah proklamasi, sebelum ibukota pindah ke <span class="yshortcuts">Yogyakarta</span>, Alex Mendur dan Frans Mendur telah menghasilkan <strong><span style="font-weight:normal;font-family:Georgia;">lebih dari 2500</span></strong><strong> </strong><strong><span style="font-weight:normal;font-family:Georgia;">foto</span></strong>. Koleksi negatif mereka periode 1945-1949 berjumlah <strong><span style="font-weight:normal;font-family:Georgia;">22.700 buah</span></strong>. Namun menurut Yudhi Soerjoatmodjo hanya <strong><span style="font-weight:normal;font-family:Georgia;">200 foto</span></strong> yang dimuat dalam berbagai publikasi selama 50 tahun terakhir ini. Berarti hanya 1<strong><span style="font-family:Georgia;"> % foto</span></strong> yang dilihat masyarakat. Dengan demikian gambaran itu jelas <strong><span style="font-weight:normal;font-family:Georgia;">tidak mewakili apa yang terjadi dan terekam semasa revolusi.</span></strong> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;color:black;">Padahal <strong><span style="font-family:Georgia;">99%</span></strong><strong><span style="font-weight:normal;font-family:Georgia;"> foto itu memberikan gambaran yang berbeda</span></strong><strong> bahkan </strong><strong><span style="font-weight:normal;font-family:Georgia;">bertolak belakang dari 1</span></strong><strong><span style="font-family:Georgia;">%</span></strong> yang digunakan sebagai ilustrasi kronik sejarah. Foto-foto IPPHOS tidak hanya gambar elite nasional tetapi juga orang biasa, petani, pedagang, buruh, perempuan, anak-anak bahkan ada pula pelacur, calo dan pemadat. Bukan hanya penguasa dan pemenang tetapi juga mereka yang nasibnya tetap di bawah. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;color:black;">Bila memotret para pemimpin yang ditekankan adalah <strong><span style="font-weight:normal;font-family:Georgia;">aspek human interest</span></strong>. Lihatlah foto Amir Syarifuddin yang larut membaca buku tragedi &#8220;Romeo and Juliet&#8221; di atas gerbong <span class="yshortcuts">kereta api</span> yang membawanya ke hadapan regu tembak. Jangan lupa, pada saat anggota kabinet pertama berpose di depan rumah Bung Karno di Pegangsaan Timur 56 ada seekor anjing yang melintas dan moment itu tidak disia-siakan juru kamera. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;color:black;">Para fotografer IPPHOS bukan cuma menghilangkan suasana yang kaku dan berjarak pada fotografi Hindia-Belanda tetapi <strong><span style="font-weight:normal;font-family:Georgia;">menghapus berbagai bentuk diskriminasi</span></strong>. Tidak ada lagi gambaran inlander yang berjongkok di depan tuan majikan <span class="yshortcuts">Belanda</span>. Dalam bidikan mereka, untuk pertama kalinya <strong><span style="font-weight:normal;font-family:Georgia;">manusia Indonesia menjadi setara, duduk sama rendah berdiri sama tinggi dengan manusia dari belahan bumi lainnya</span></strong>. Manusia Indonesia itu tampil secara utuh, bisa menangis tetapi juga sering tersenyum. Mereka menjadi manusia merdeka. Pada gilirannya <strong><span style="font-weight:normal;font-family:Georgia;">fotografi itu sendiri telah dimerdekakan dari paradigma fotografi kolonial.</span></strong><strong> </strong>Inilah makna dari pameran fotografi sejarah yang diadakan di Galeri Antara, Jakarta, tanggal 15-25 Agustus 2008 dalam rangka memperingati hari kemerdekaan. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;color:black;">Tahun 1981 Roland Barthes mengatakan <strong><span style="font-weight:normal;font-family:Georgia;">foto telah menggantikan monumen sebagai sarana pengingat masa lalu</span></strong>.<strong> </strong>Foto sebagai <strong><em><span style="font-weight:normal;font-family:Georgia;">mechanical recorder of reality</span></em></strong><strong><em> </em></strong>(Susan Sontag, 1988) telah menghapus jurang antara sebuah peristiwa dengan representasi fotografisnya. Di lain pihak, suatu seni termasuk foto tidak obyektif karena ia dilahirkan pemikiran subyektif, demikian kata Rodchenko (1851-1956). Belum lagi kalau karya itu <strong><span style="font-weight:normal;font-family:Georgia;">ditekan unsur lain seperti kekuasaan</span></strong>, contohnya buku Nugroho Notosusanto, Pejuang dan Prajurit, terbit tahun 1984. Dalam foto pengibaran bendera tanggal 17 Agustus 1945 wajah Sukarno tidak terlihat. Sejarawan Abdurrachman Surjomihardjo menuding bahwa ini pemalsuan sejarah. Apalagi dikaitkan dengan upaya desukarnoisasi yang dilakukan rezim Orde Baru. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;color:black;">Namun pihak penerbit <strong><span style="font-family:Georgia;">Sinar Harapan</span></strong> membantah<strong>, </strong><strong><span style="font-weight:normal;font-family:Georgia;">itu soal teknis karena foto yang diberikan terlalu kecil ketika diperbesar maka wajah Bung Karno terpotong</span></strong>. Yang jelas dalam cetakan kedua buku itu tahun 1986, <strong><span style="font-weight:normal;font-family:Georgia;">wajah Sukarno sudah ada kembali</span></strong>. Namun kalau diperhatikan dengan seksama, <strong><span style="font-weight:normal;font-family:Georgia;">ukuran foto pada cetakan pertama dan kedua ternyata sama saja.</span></strong> Jadi <strong><span style="font-weight:normal;font-family:Georgia;">tidak ada yang diperbesar atau diperkecil</span></strong><strong>. </strong>Boleh jadi dalam hal ini <strong><span style="font-weight:normal;font-family:Georgia;">kemerdekaan fotografi telah diintervensi oleh politik</span></strong>. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;color:black;">(<strong><span style="font-family:Georgia;">Asvi Warman Adam</span></strong>, sejarawan LIPI).</span><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;color:black;"> </span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/yuenisme.wordpress.com/135/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/yuenisme.wordpress.com/135/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yuenisme.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yuenisme.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yuenisme.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yuenisme.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yuenisme.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yuenisme.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yuenisme.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yuenisme.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yuenisme.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yuenisme.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yuenisme.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yuenisme.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yuenisme.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yuenisme.wordpress.com/135/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuenisme.wordpress.com&amp;blog=657570&amp;post=135&amp;subd=yuenisme&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yuenisme.wordpress.com/2008/08/17/fotografi-kemerdekaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c14cd3165465117d16c0e49e4c27e2d5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yuenisme</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Joke: Tiga Presiden Dipanggil Tuhan</title>
		<link>http://yuenisme.wordpress.com/2008/08/05/tiga-presiden-dipanggil-tuhan/</link>
		<comments>http://yuenisme.wordpress.com/2008/08/05/tiga-presiden-dipanggil-tuhan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Aug 2008 10:25:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yuen</dc:creator>
				<category><![CDATA[takJelas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuenisme.wordpress.com/?p=131</guid>
		<description><![CDATA[Tuhan memanggil presiden tiga negara, AS, Cina, dan  Indonesia untuk dimarahi. Dari Amerika muncul George Bush. Dari Cina dating Presiden Hu Jintao. Dari Indonesia diutus Jusuf Kalla. SBY nggak  berani soalnya. Setelah habis-habisan mencela tindakan pemimpin dunia ini, Tuhan menyampaikan bahwa Ia sudah muak dan memutuskan dalam tiga hari dunia akan kiamat. Tiga pemimpin ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuenisme.wordpress.com&amp;blog=657570&amp;post=131&amp;subd=yuenisme&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><tt><span style="font-family:Georgia;">Tuhan memanggil presiden tiga </span></tt><span class="yshortcuts"><span style="font-family:Georgia;">negara</span></span><tt><span style="font-family:Georgia;">, AS, </span></tt><span class="yshortcuts"><span style="font-family:Georgia;">Cina</span></span><tt><span style="font-family:Georgia;">, dan  Indonesia untuk dimarahi. Dari Amerika muncul George Bush. Dari Cina dating Presiden Hu Jintao. Dari Indonesia diutus </span></tt><span class="yshortcuts"><span style="font-family:Georgia;">Jusuf Kalla</span></span><tt><span style="font-family:Georgia;">. SBY nggak  berani soalnya.</span></tt><span style="font-family:Georgia;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><tt><span style="font-family:Georgia;"> </span></tt><span style="font-family:Georgia;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><tt><span style="font-family:Georgia;">Setelah habis-habisan mencela tindakan pemimpin dunia ini, Tuhan menyampaikan bahwa Ia sudah muak dan memutuskan dalam tiga hari dunia akan kiamat. Tiga pemimpin ini disuruh kembali ke negaranya untuk menyampaikan keputusan Tuhan kepada rakyat mereka masing.</span></tt><span style="font-family:Georgia;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span id="more-131"></span><tt><span style="font-family:Georgia;"> </span></tt><span style="font-family:Georgia;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><tt><span style="font-family:Georgia;">Ketiga pemimpin pulang ke negara masing-masing sambil putar otak, bagaimana menyampaikan kabar buruk ini kepada rakyatnya.</span></tt><span style="font-family:Georgia;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><tt><span style="font-family:Georgia;"> </span></tt><span style="font-family:Georgia;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><tt><span style="font-family:Georgia;">Di depan Kongres Amerika dan disiarkan langsung di TV, presiden Bush mencoba, "Congressmen, ada kabar baik dan ada kabar buruk. </span></tt><tt><span style="font-family:Georgia;">Pertama kabar baik dulu ya. Tuhan itu benar-benar ada, seperti yang kita yakini. Kabar buruk: Tuhan akan memusnahkan dunia ini dalam tiga hari".</span></tt><span style="font-family:Georgia;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><tt><span style="font-family:Georgia;">Hasilnya payah, terjadi kerusuhan dan penjarahan di mana-mana.</span></tt><span style="font-family:Georgia;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><tt><span style="font-family:Georgia;"> </span></tt><span style="font-family:Georgia;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><tt><span style="font-family:Georgia;">Di depan Kongres Partai Komunis Cina, Hu Jintao memodifikasi taktik Bush, "Kamerad, ada kabar baik dan ada kabar buruk. Pertama kabar baik dulu ya. Ternyata Marx, Stalin, Ketua Mao, dan para pendahulu kita salah, Tuhan itu benar-benar ada. Kabar buruk: Tiga hari lagi Tuhan akan mengkiamatkan dunia ini.".</span></tt><span style="font-family:Georgia;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><tt><span style="font-family:Georgia;">Hasilnya lumayan, orang-orang Cina lari, heboh dan menangis ketakutan dan membanjiri tempat ibadah, mau bertobat.</span></tt><span style="font-family:Georgia;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><tt><span style="font-family:Georgia;"> </span></tt><span style="font-family:Georgia;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><tt><span style="font-family:Georgia;">Yang paling sukses Jusuf Kalla.</span></tt><span style="font-family:Georgia;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><tt><span style="font-family:Georgia;"> </span></tt><span style="font-family:Georgia;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><tt><span style="font-family:Georgia;">Di depan sidang paripurna DPR yang disiarkan langsung, ia tersenyum sumringah. "Saudara sebangsa dan setanah air, saya membawa dua kabar  baik. </span></tt><tt><span style="font-family:Georgia;">Kabar baik pertama: Sila pertama Pancasila kita sudah benar, Tuhan itu benar-benar ada. Kabar baik kedua: dalam tiga hari semua masalah energi, pangan, kemiskinan, terorisme, dan penderitaan di Indonesia akan segera berakhir.."</span></tt><span style="font-family:Georgia;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><tt><span style="font-family:Georgia;"> </span></tt><span style="font-family:Georgia;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><tt><span style="font-family:Georgia;">Sukses besar, seluruh rakyat larut dalam pesta dangdutan dan pawai di mana-mana.</span></tt><span style="font-family:Georgia;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Georgia;"> </span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/yuenisme.wordpress.com/131/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/yuenisme.wordpress.com/131/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yuenisme.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yuenisme.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yuenisme.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yuenisme.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yuenisme.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yuenisme.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yuenisme.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yuenisme.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yuenisme.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yuenisme.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yuenisme.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yuenisme.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yuenisme.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yuenisme.wordpress.com/131/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuenisme.wordpress.com&amp;blog=657570&amp;post=131&amp;subd=yuenisme&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yuenisme.wordpress.com/2008/08/05/tiga-presiden-dipanggil-tuhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c14cd3165465117d16c0e49e4c27e2d5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yuenisme</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Problem With Jesus</title>
		<link>http://yuenisme.wordpress.com/2008/08/04/problem-with-jesus/</link>
		<comments>http://yuenisme.wordpress.com/2008/08/04/problem-with-jesus/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Aug 2008 09:05:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yuen</dc:creator>
				<category><![CDATA[takJelas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuenisme.wordpress.com/?p=126</guid>
		<description><![CDATA[&#8230;. or was Jesus really run-down by a Bulldozer ?? To start with, he was from a middle class family whose father was a simple carpenter, nothing fancy, nothing exciting. You might also call him a proletarian even , bearing in mind that he was also a refugee &#8211; in Egypt, but he did not [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuenisme.wordpress.com&amp;blog=657570&amp;post=126&amp;subd=yuenisme&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0       MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if !mso]&gt;--><br />
<span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;color:black;">&#8230;. or was Jesus really run-down by a Bulldozer ?? </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;color:black;">To start with, he was from a middle class family</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;color:black;">whose father was a simple carpenter, nothing fancy, </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;color:black;">nothing exciting.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;color:black;">You might also call him a proletarian even , </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;color:black;">bearing in mind that he was also a refugee &#8211; in </span><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;color:black;">Egypt</span><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;color:black;">,</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;color:black;">but he did not steal from </span><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;color:black;">Egypt</span><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;color:black;"> on his way out , </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;color:black;">like Moses did &#8230;</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;color:black;">So Jesus being an honest person, it made him poorer </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;color:black;">and consequently a proletarian too.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span id="more-126"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;color:black;">Add to that characteristic the fact he was born and raised </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;color:black;">under occupation by a huge imperial power whom he disliked</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;color:black;">to say the least &#8211;</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;color:black;">Which made him an agitator a troublemaker ,a militant, </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;color:black;">an activist, otherwise known as revolutionary , </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;color:black;">and in today&#8217;s terms he would be</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;color:black;">a Chavista or a Castroid or a Saddamist.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;color:black;">or simply a Hamas-member (or even a Hamas leader)</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;color:black;">Anyhow he was from the third world and an Arab.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;color:black;">And even worse than Arab, he was a Palestinian!!</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;color:black;">A Palestinian against </span><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;color:black;">Rome</span><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;color:black;">and against those long-beard-rabies of </span><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;color:black;">Jerusalem</span><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;color:black;">.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;color:black;">With such a description ,,,,,,,,,</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;color:black;">Jesus was looking for trouble!!</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;color:black;">Add to that,  he also disliked the rich, even helped the poor </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;color:black;">and has forgave a prostitute and even defended her !!</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;color:black;">And if you thought that that was all &#8230; he also fed the hungry,</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;color:black;">he gave away his own coat to the needy and he preached equality.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;color:black;">Just like Hamas does &#8230; today. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;color:black;">Imagine !!</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;color:black;">In an occupied country, like </span><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;color:black;">Palestine</span><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;color:black;">, </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;color:black;">someone comes to separate Caesar from God</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;color:black;">and to separate  theocracy from politics </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;color:black;">and to differentiate between Judaism and  Monotheism</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;color:black;">and to promote equality and to share wealth&#8230;..</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;color:black;">Such a person was looking for trouble:</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;color:black;">A proletarian-Palestinian, anti-occupation </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;color:black;">and anti religious-dogmatism and pro-social-egalitarian&#8230;</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;color:black;">even Karl Marx would be jealous of him.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;color:black;">As a matter of fact Karl was jealous of him , </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;color:black;">and the Churches soon forgot him </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;color:black;">and started worshipping his mother, instead.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;color:black;">He had it coming , </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;color:black;">no wonder he did not live more than 33 years !!</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;color:black;">In nowadays standards , </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;color:black;">he would have been shot by the age of 14 ,</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;color:black;">or run down by an Israeli-Bulldozer !!</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;color:black;">Raja Chemayel</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;color:black;">dedicating this one to Les, nonetheless</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;color:black;">the ninth of August  2007</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:Georgia;">Source: AxisofLogic<br />
</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/yuenisme.wordpress.com/126/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/yuenisme.wordpress.com/126/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yuenisme.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yuenisme.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yuenisme.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yuenisme.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yuenisme.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yuenisme.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yuenisme.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yuenisme.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yuenisme.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yuenisme.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yuenisme.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yuenisme.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yuenisme.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yuenisme.wordpress.com/126/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuenisme.wordpress.com&amp;blog=657570&amp;post=126&amp;subd=yuenisme&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yuenisme.wordpress.com/2008/08/04/problem-with-jesus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c14cd3165465117d16c0e49e4c27e2d5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yuenisme</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Panasnya Pontianak, Panasnya Politik</title>
		<link>http://yuenisme.wordpress.com/2008/07/10/panasnya-pontianak/</link>
		<comments>http://yuenisme.wordpress.com/2008/07/10/panasnya-pontianak/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Jul 2008 14:17:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yuen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politika]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuenisme.wordpress.com/?p=113</guid>
		<description><![CDATA[Dr. Yusriadi, dosen Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Pontianak, mengatakan “orang Melayu tertentu” hendak menyerang orang Tionghoa sejak kemenangan Gubernur Cornelis dan Wakil Gubernur Christiandy Sanjaya November silam. Cornelis orang Dayak. Sanjaya adalah orang Tionghoa pertama yang menang pemilihan wakil gubernur di Indonesia. Berbagai macam alasan dapat dicari, perkelahian kecil pun dapat menjadi sebuah mimpi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuenisme.wordpress.com&amp;blog=657570&amp;post=113&amp;subd=yuenisme&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Dr. Yusriadi, dosen Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Pontianak, mengatakan “orang Melayu tertentu” hendak menyerang orang Tionghoa sejak kemenangan Gubernur Cornelis dan Wakil Gubernur Christiandy Sanjaya November silam. Cornelis orang Dayak. Sanjaya adalah orang Tionghoa pertama yang menang pemilihan wakil gubernur di </span><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Indonesia</span><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Berbagai macam alasan dapat dicari, perkelahian kecil pun dapat menjadi sebuah mimpi buruk. Itulah yang terjadi di Kota Pontianak akhir Desember 2007 hingga menjelang perhelatan pemilihan walikota </span><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Pontianak</span><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">. Andreas Harsono, seorang wartawan yang tertarik menceritakan kejadian itu dari multi aspek. Sebuah kehormatan, saya bisa menemaninya dalam melakukan beberapa peliputan selama di </span><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Pontianak</span><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Kini, naskah itu sudah bisa anda nikmati di Majalah Gatra edisi pekan ini, harian Borneo Tribun (</span><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Pontianak</span><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">), dan blog <a href="http://andreasharsono.blogspot.com/2008/07/panasnya-pontianak-panasnya-politik_05.html" target="_blank">Andreas Harsono</a>.</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/yuenisme.wordpress.com/113/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/yuenisme.wordpress.com/113/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yuenisme.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yuenisme.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yuenisme.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yuenisme.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yuenisme.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yuenisme.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yuenisme.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yuenisme.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yuenisme.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yuenisme.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yuenisme.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yuenisme.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yuenisme.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yuenisme.wordpress.com/113/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuenisme.wordpress.com&amp;blog=657570&amp;post=113&amp;subd=yuenisme&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yuenisme.wordpress.com/2008/07/10/panasnya-pontianak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c14cd3165465117d16c0e49e4c27e2d5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yuenisme</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kriteria Penggunaan Sumber Anonim</title>
		<link>http://yuenisme.wordpress.com/2008/07/03/kriteria-sumber-anonim/</link>
		<comments>http://yuenisme.wordpress.com/2008/07/03/kriteria-sumber-anonim/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Jul 2008 07:16:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yuen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jurnalisme]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuenisme.wordpress.com/?p=107</guid>
		<description><![CDATA[Pernah membaca laporan yang menyajikan pernyataan-pernyataan dari sumber yang tidak ingin disebutkan nama identitasnya? Pasti pernah. Biasanya kerap ditemukan dalam sebuah pelaporan investigasi. Biasanya sumber anonim banyak muncul dalam sebuah laporan/berita yang agak sensitif. Ada macam-macam motivasi seseorang narasumber untuk tidak mengungkapkan identitasnya kepada publik, seperti takut informasi yang disampaikan dapat membahayakan keselamatan bahkan nyawanya. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuenisme.wordpress.com&amp;blog=657570&amp;post=107&amp;subd=yuenisme&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><img class="alignright" style="float:right;" src="http://i46.photobucket.com/albums/f119/yuenis/reporter.jpg" alt="" width="108" height="131" /><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Pernah membaca laporan yang menyajikan pernyataan-pernyataan dari sumber yang tidak ingin disebutkan nama identitasnya? Pasti pernah. Biasanya kerap ditemukan dalam sebuah pelaporan investigasi. </span><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Biasanya sumber anonim banyak muncul dalam sebuah laporan/berita yang agak sensitif. Ada</span><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;"> macam-macam motivasi seseorang narasumber untuk tidak mengungkapkan identitasnya kepada publik, seperti takut informasi yang disampaikan dapat membahayakan keselamatan bahkan nyawanya. Konsekuensi seorang jurnalis yang menggunakan kutipan-kutipan anonim dalam laporannya adalah: mengambil alih tanggung jawab atas pernyataan dari narasumber. </span><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Ada</span><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;"> beberapa syarat seorang jurnalis bisa menggunakan sumber anonim:</span></p>
<p class="MsoNormal"><span id="more-107"></span><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;"><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">1. Sumber tersebut berada pada lingkaran pertama &#8220;peristiwa berita&#8221; yang kita laporkan. Artinya, dia menyaksikan sendiri, atau terlibat langsung, dalam peristiwa tersebut. Dia bisa merupakan pelaku, korban atau saksi mata, tapi dia bukanlah orang yang mendengar dari orang lain. Dia bukan pihak ketiga yang melakukan analisis terhadap peristiwa itu.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">2. Keselamatan sumber tersebut terancam bila identitasnya kita buka. Unsur &#8220;keselamatan&#8221; itu secara masuk akal bisa diterima akal sehat audien kita.<br />
Artinya, entah nyawanya yang benar-benar terancam atau nyawa anggota keluarga langsungnya yang terancam (anak, istri, suami, orang tua, saudara kandung). Kalau sekedar &#8220;hubungan sosial&#8221; yang terancam, misalnya pertemanan, maka ia tak termasuk faktor &#8220;keselamatan.&#8221;</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">3. Motivasi sumber anonim memberikan informasi murni untuk kepentingan publik. Kita harus mengukur apa motivasi si sumber memberikan informasi. Banyak kasus di mana si sumber memberikan informasi dan minta status anonim untuk menghantam lawan atau orang yang tak disukainya. Banyak juga kasus dimana informasi anonim diberikan karena hal itu menguntungkan si sumber tapi ia mau sembunyi tangan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">4. Integritas sumber harus Anda perhatikan. Orang yang sering mengarang cerita atau terbukti pernah berbohong atau pernah menyalahgunakan status sumber anonim, tentu saja, jangan diberi kesempatan jadi sumber anonim Anda lagi.<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Semakin berani seorang sumber disebutkan identitasnya, semakin kecil kemungkinan ia berbohong. Bila mulai mencurigai narasumber, sebaiknya mengeluarkan alat perekam dan kamera. Biasanya, bila narasumber yang sedang berbohong enggan atau menolak untuk direkam dan difoto.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;"><br />
5. Harus seizin atasan Anda. Pemberian sumber anonim harus dilakukan dengan sepengetahuan dan seizin atasan Anda, misalnya redaktur. Bagaimana pun juga, editor Anda yang harus bertanggungjawab kalau ada gugatan terhadap kinerja jurnalistik kita.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Washington Post pernah mengembalikan Pulitzer Prize, New York Times pernah dibohongi wartawannya sendiri yang mengarang berita (Jason Blair). Segala<br />
kemungkinan bisa terjadi. Ingat Bill Kovach: kalau ada sumber anonim, redaktur dan pemred harus tahu identitas jelasnya. redaktur/pemred harus peduli (supaya tidak kecolongan) karena dia yang harus akan bertanggungjawab. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;"><br />
6. Ingat aturan Ben Bradlee. Bradlee adalah redaktur eksekutif harian The Washington Post zaman skandal Watergate. Bradlee pernah mengeluarkan sebuah aturan yang terkenal tentang pemakaian sumber anonim. Dia hanya mau meloloskan sebuah keterangan anonim kalau sumbernya minimal dua pihak yang independen satu dengan yang lain.</span></p>
<p>7. Bill Kovach sendiri menambahkan satu syarat lagi. Kita harus membuat sangat jelas dengan calon sumber anonim kita bahwa perjanjian keanoniman akan batal dan nama mereka akan kita buka ke hadapan publik, bila kelak terbukti si sumber berbohong atau sengaja menyesatkan kita dengan informasinya.</p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;color:black;">Menurut Farid Gaban, jurnalis yang memakai sumber anonim adalah jurnalis yang paham benar akan risiko masuk penjara. Si jurnalis tidak boleh mengungkapkan identitas sumber meski penjara adalah ancamannya. Memilih masuk penjara daripada mengungkapkan sumber adalah benar secara etis, dan karenanya tidak perlu dibela, kecuali kita mengapresiasinya.</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/yuenisme.wordpress.com/107/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/yuenisme.wordpress.com/107/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yuenisme.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yuenisme.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yuenisme.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yuenisme.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yuenisme.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yuenisme.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yuenisme.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yuenisme.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yuenisme.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yuenisme.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yuenisme.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yuenisme.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yuenisme.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yuenisme.wordpress.com/107/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuenisme.wordpress.com&amp;blog=657570&amp;post=107&amp;subd=yuenisme&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yuenisme.wordpress.com/2008/07/03/kriteria-sumber-anonim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c14cd3165465117d16c0e49e4c27e2d5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yuenisme</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i46.photobucket.com/albums/f119/yuenis/reporter.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Tips Pemotretan Joel Satore</title>
		<link>http://yuenisme.wordpress.com/2008/07/02/tips-joelsatore/</link>
		<comments>http://yuenisme.wordpress.com/2008/07/02/tips-joelsatore/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Jul 2008 02:10:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yuen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tip & Trik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuenisme.wordpress.com/?p=102</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa tips ala Joel Satore dalam memotret keindahan alam: Perhatikan latar belakang Anda—kabel telepon, pagar ataupun sebuah van putih dapat merusak keindahan sebuah gambar alam. Pertahankan horizon Anda dalam garis lurus—kecuali Anda sengaja ingin menciptakan sebuah efek. Potret tiap lanskap di momen terbaiknya—Umumnya di awal pagi atau sesaat sebelum senja, ketika bayangan mulai halus. Ciptakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuenisme.wordpress.com&amp;blog=657570&amp;post=102&amp;subd=yuenisme&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0       MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Beberapa tips ala Joel Satore dalam memotret keindahan alam:</span></p>
<ul type="disc">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Perhatikan latar belakang Anda—kabel telepon, pagar      ataupun sebuah van putih dapat merusak keindahan sebuah gambar alam. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Pertahankan horizon Anda dalam garis lurus—kecuali      Anda sengaja ingin menciptakan sebuah efek. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Potret tiap lanskap di momen terbaiknya—Umumnya di      awal pagi atau sesaat sebelum senja, ketika bayangan mulai halus. Ciptakan      gambar alam Anda dengan memulai dari latar belakang. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Sebelum memotret, berputarlah 360 derajat, kemudian      pilih arah datang cahaya yang terbaik. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Pilih sudut potret yang terbaik—<em><span style="font-family:Georgia;">eye-level</span></em>, <em><span style="font-family:Georgia;">high angle</span></em>, <em><span style="font-family:Georgia;">low angle</span></em>. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Matikan sinar blitz! Menjerumuskan, dapat      mengakibatkan hilangnya lapisan alami dan rasa dari gambar Anda. </span></li>
</ul>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/yuenisme.wordpress.com/102/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/yuenisme.wordpress.com/102/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yuenisme.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yuenisme.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yuenisme.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yuenisme.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yuenisme.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yuenisme.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yuenisme.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yuenisme.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yuenisme.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yuenisme.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yuenisme.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yuenisme.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yuenisme.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yuenisme.wordpress.com/102/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuenisme.wordpress.com&amp;blog=657570&amp;post=102&amp;subd=yuenisme&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yuenisme.wordpress.com/2008/07/02/tips-joelsatore/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c14cd3165465117d16c0e49e4c27e2d5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yuenisme</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Verifikasi = Roh Jurnalisme</title>
		<link>http://yuenisme.wordpress.com/2008/07/01/verifikasi-roh-jurnalisme/</link>
		<comments>http://yuenisme.wordpress.com/2008/07/01/verifikasi-roh-jurnalisme/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Jul 2008 16:52:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yuen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jurnalisme]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuenisme.wordpress.com/?p=95</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Arya Gunawan Salah satu petuah yang diterima wartawan baru di BBC (British Broadcasting Corporation) adalah ihwal pentingnya verifikasi. Petuah itu kira-kira berbunyi: jangan pernah menerima mentah-mentah setiap informasi yang diperoleh, bahkan dari narasumber yang paling kredibel sekalipun; selalulah diverifikasi  (cek silang) ke sumber lain yang independen. Di mata lembaga penyiaran terkemuka yang bermarkas di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuenisme.wordpress.com&amp;blog=657570&amp;post=95&amp;subd=yuenisme&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright" style="float:right;" src="http://i46.photobucket.com/albums/f119/yuenis/reporter.jpg" alt="" width="108" height="131" /><!--[if gte mso 9]&gt; Normal   0                         MicrosoftInternetExplorer4 &lt;![endif]--><!--  --><!--[if gte mso 10]&gt; &lt;!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman";} --> <!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0       MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">O<em>leh: Arya Gunawan</em></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Salah satu petuah yang diterima wartawan baru di BBC (British Broadcasting Corporation) adalah ihwal pentingnya verifikasi. Petuah itu kira-kira berbunyi: jangan pernah menerima mentah-mentah setiap informasi yang diperoleh, bahkan dari narasumber yang paling kredibel sekalipun; selalulah diverifikasi  (cek silang) ke sumber lain yang independen. Di mata lembaga penyiaran terkemuka yang bermarkas di Inggris itu, verifikasi adalah proses yang harus dilalui sebelum sebuah berita disiarkan. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span id="more-95"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Petuah itu pula yang membuat BBC hampir tidak pernah memberitakan dengan serta-merta sebuah peristiwa, sedahsyat apapun peristiwa itu, jika hanya satu kantor berita yang menyiarkannya. BBC akan menahan diri, sampai ada sumber independen lainnya (entah wartawannya sendiri yang diterjunkan ke lokasi, atau dari kantor berita lain) yang melaporkan peristiwa tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Masalah verifikasi dalam kaitannya dengan jurnalisme menarik untuk  diperbincangkan kembali, setelah terbitnya kolom Farid Gaban di majalah Tempo edisi pekan lalu, di bawah judul <em>“Teror dan Propaganda”</em>, menanggapi kolom Ulil Abshar Abdalla, <em>“Mengapa Defensif?”,</em> di edisi sebelumnya. Tulisan yang tengah Anda baca ini mencoba melihat verifikasi dalam konteks jurnalisme secara lebih luas.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Jurnalisme adalah sebuah disiplin yang berurusan dengan proses pencarian kebenaran (<em>truth</em>). Karena dhaif (lemah), tak ada manusia yang dapat meraih kebenaran absolut. Itu sebabnya, yang bisa dilakukan wartawan hanyalah berupaya mendekati kebenaran. Verifikasi adalah ruas jalan yang harus ditempuh dalam upaya tadi.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Menurut Bill Kovach, salah satu penganjur terdepan etika jurnalistik pada dekade terakhir ini, verifikasilah satu-satunya perangkat yang membuat karya jurnalisme sejati berbeda dari hiburan, propaganda, fiksi, dan seni. Kata Kovach, jurnalisme sejati mestilah, <em>“sift through the rumor, the gossip, the failed memory, the manipulative agendas, and try to capture something as accurately as possible, subject to revision in light of new information and perspective.”</em></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Namun konsep luhur ini kerap diabaikan. Sebuah survei dilakukan belum lama ini di Amerika Serikat, oleh Pew Research Center. Hanya 49 persen responden yang percaya bahwa media benar-benar profesional; 59 persen yakin media terkena bias politik; dan 56 persen merasa liputan media tidak akurat. Hasil survei lain tahun 1999 oleh American Society of Newspaper Editors, juga tak berbeda jauh. Sebanyak 78 persen responden menilai media bersikap bias, dan 79 persen percaya bahwa amat mudah bagi suatu kelompok kepentingan untuk memanipulasi media.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Kendati belum ada survei menyeluruh di Indonesia, produk media  yang sampai ke publik menunjukkan bahwa verifikasi belum menjadi pedoman utama bagi sebagian besar media kita.  Ketika Nurdin Halid dikabarkan dirawat di RS Polri di saat dia sedang menghadapi tuduhan terkait kasus penyelundupan gula, media hanya mengutip keterangan polisi dan kerabat Nurdin. Mengapa media tidak mencoba memverifikasinya,  misalnya dengan datang ke ruang tempat Nurdin dirawat, untuk melihat apakah dia benar-benar sakit, ataukah sedang berdiskusi lewat telepon dengan pengacaranya? </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Ambil contoh lain. Sebuah berita di halaman muka <em>Koran</em> <em>Tempo</em>, 20 Agustus 2004, melaporkan bahwa air mancur di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, tak berfungsi karena kabel listrik dari mesin penggeraknya dicuri. <em>Koran Tempo</em> hanya mengutip keterangan dari dua pejabat Pemda DKI, tanpa upaya verifikasi ke sumber-sumber independen. Padahal ada beberapa pertanyaan yang mengganjal: semudah itukah pencuri beraksi di lokasi yang strategis itu; kapan dan bagaimana proses pencuriannya. Jangan-jangan pencurian itu tak pernah ada, dan yang sesungguhnya terjadi adalah kerusakan karena hubungan arus-pendek. Kecurigaan ini cukup beralasan. Seorang warga di sekitar lokasi yang dihubungi oleh sebuah koran nasional lainnya, menyebutkan bahwa dua pekan sebelumnya terlihat kepulan asap dari bawah tugu (tempat kabel berada), bahkan terdengar suara letusan. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Keengganan media melakukan verifikasi agaknya disebabkan hal-hal berikut:  cepat puas, malas, tak cukup waktu, atau memang merasa tak perlu. Seringkali pula media berlindung di balik kata-kata “narasumber belum berhasil dihubungi”. Muncul rentetan pertanyaan berikut: apakah benar narasumbernya sudah dihubungi? Hanya lewat telepon? Berapa kali? Mengapa tidak didatangi ke kantor, di tempat parkir mobil, di lapangan golf, atau di muka gerbang rumahnya? Dalih lain yang kerap dipakai media adalah karena ingin mengutamakan kecepatan. Media sering lupa bahwa kecepatan sebaiknya harus mengalah dari akurasi. Tiada guna berlomba cepat, jika apa yang disajikan tidak akurat dan berpeluang menyesatkan khalayak. Verifikasi adalah jalan menuju akurasi. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Tanpa verifikasi, media akan mudah dimanipulasi oleh kepentingan tertentu, termasuk juga propaganda, sebagaimana dirisaukan Farid Gaban dalam tulisannya. Verifikasi adalah jiwa dari jurnalisme. Ia adalah perangkat penting yang harus dimiliki wartawan agar karyanya tidak terjerumus menjadi fiksi, atau isapan jempol. Tanpa verifikasi, maka jurnalisme yang dihasilkan adalah jurnalisme yang kosong. Ia berwujud, namun tanpa jiwa.***</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Tulisan ini merupakan pandangan pribadi.</span></em></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;"> </span></p>
<p><!--[endif]--></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/yuenisme.wordpress.com/95/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/yuenisme.wordpress.com/95/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yuenisme.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yuenisme.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yuenisme.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yuenisme.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yuenisme.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yuenisme.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yuenisme.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yuenisme.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yuenisme.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yuenisme.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yuenisme.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yuenisme.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yuenisme.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yuenisme.wordpress.com/95/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuenisme.wordpress.com&amp;blog=657570&amp;post=95&amp;subd=yuenisme&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yuenisme.wordpress.com/2008/07/01/verifikasi-roh-jurnalisme/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c14cd3165465117d16c0e49e4c27e2d5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yuenisme</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i46.photobucket.com/albums/f119/yuenis/reporter.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Beberapa Patokan dalam Menulis</title>
		<link>http://yuenisme.wordpress.com/2008/06/28/beberapa-patokan-dalam-menulis/</link>
		<comments>http://yuenisme.wordpress.com/2008/06/28/beberapa-patokan-dalam-menulis/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Jun 2008 12:03:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yuen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jurnalisme]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuenisme.wordpress.com/?p=90</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: H. Rosihan Anwar Pada awalnya sudah kita katakan bahasa jurnalistik memiliki sifat-sifat khas, yaitu singkat, padat, sederhana, lancar, jelas, lugas, dan menarik. Dalam hubungan itu, marilah kita tetapkan beberapa patokan dalam menggunakan bahasa jurnalistik. Pengarang Amerika Ernest Hemingway yang memenangkan Hadiah Pulitzer dan Hadiah Nobel di waktu mudanya menjadi wartawan surat kabar Kansas City [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuenisme.wordpress.com&amp;blog=657570&amp;post=90&amp;subd=yuenisme&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0       MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[endif]--> <!--[if gte mso 10]&gt; &lt;! /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin:0in; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:"Times New Roman";} --> <!--[endif]--><!-- start main content --><strong><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;"><img class="alignleft" style="float:left;" src="http://i46.photobucket.com/albums/f119/yuenis/note.gif" alt="" width="100" height="100" />Oleh: H. Rosihan Anwar</span></strong><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;"> </span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Pada awalnya sudah kita katakan bahasa jurnalistik memiliki sifat-sifat khas, yaitu singkat, padat, sederhana, lancar, jelas, lugas, dan menarik.</span> <span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Dalam hubungan itu, marilah kita tetapkan beberapa patokan dalam menggunakan bahasa jurnalistik.</span> <span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Pengarang Amerika Ernest Hemingway yang memenangkan Hadiah Pulitzer dan Hadiah Nobel di waktu mudanya menjadi wartawan </span><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">surat</span><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;"> kabar Kansas City Star. Di situ dia sambil bekerja diberi pelajaran tentang prinsip-prinsip penulisan berita. Pelajaran itu baik sekali dijadikan pedoman oleh wartawan </span><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Indonesia</span><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">, apakah dia bekerja pada kantor berita, </span><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">surat</span><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;"> kabar, majalah, atau pada radio dan televisi. Prinsip yang diajarkan kepada Hemingway ialah sebagai berikut.</span></p>
<p><span id="more-90"></span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Gunakan kalimat-kalimat pendek. </span></strong></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Bahasa ialah alat bagi menyampaikan cipta dan informasi. Bahasa diperlukan untuk komunikasi. Wartawan perlu ingat supaya apa yang disampaikannya kepada khalayak (audience) betul-betul dapat dimengerti orang. Kalau tidak demikian, maka gagallah wartawan itu karena dia tidak komunikatif namanya. Salah satu cara, dia harus berusaha menjauhi penggunaan kata-kata teknik ilmiah atau kalau terpaksa juga, dia harus menjelaskan terlebih dahulu apakah arti kata-kata tersebut. Dia harus menjauhi kata-kata bahasa asing. Kalau maksud tercapai dengan memakai perkataan &#8220;ikut-sertanya&#8221;, &#8220;keikutsertaan&#8221;, maka baiklah diurungkan niat menuliskan perkataan yang lebih sulit, yaitu &#8220;partisipasi&#8221;.</span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Gunakan bahasa biasa yang mudah dipahami orang. </span></strong></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Khalayak media massa, yaitu pembaca surat kabar, pendengar radio, penonton televisi terdiri dari aneka ragam manusia dengan tingkat pendidikan dan pengetahuan yang berbeda-beda, dengan minat perhatian, daya tangkap, kebiasaan yang berbeda-beda pula. Mencapai khalayak yang beraneka ragam dengan berhasil merupakan masalah yang berat bagi wartawan. Bagaimanakah caranya supaya sedapat mungkin bertemu? Injo Beng Goat, pemimpin redaksi harian &#8220;KengPo&#8221; di Jakarta tahun 1950-an mempunyai semacam rumus. Dia berkata kalau dia hendak menulis tajuk rencana, maka yang dibayangkan di depan matanya ialah pembaca yang pukul rata berpendidikan sederhana, katakanlah tamat SMP. Dengan patokan demikian dia berusaha menulis sesederhana dan sejernih mungkin. </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Gunakan bahasa sederhana dan jernih pengutaraannya. </span></strong></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Kalimat bahasa </span><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Indonesia</span><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;"> bersahaja sifatnya. Ia terdiri dari kata pokok atau subjek (S), kata sebutan atau predikat (P), dan kata tujuan atau objek (O). Misalnya, kalimat &#8220;Si Amat (S) pergi ke pasar (P) membeli sebuah pena&#8221;. Kalimat demikian sudah lengkap berdiri sendiri. Karena terpengaruh oleh jalan bahasa Belanda atau bahasa Inggris, ada orang Indonesia yang biasa pula menulis kalimat yang panjang, berbentuk &#8220;compound sentence&#8221;, kalimat majemuk dengan induknya dan anaknya yang dihubungkan dengan kata sambung. Misalnya, dia menulis, &#8220;Si Amat pergi ke pasar beli sebuah pena yang mana merupakan pemborosan tenaga oleh karena telah dikatakan kepadanya bahwa pena itu dapat juga dibeli di toko seberang rumahnya sehingga segala sesuatu lebih mudah jadinya&#8221;. Dengan menggunakan kalimat majemuk, pengutaraan pikiran kita mudah terpeleset menjadi berbelit-belit dan bertele-tele. Sebaiknya, wartawan menjauhkan diri dari kesukaan memakai kalimat majemuk karena bisa mengakibatkan tulisannya menjadi &#8220;woolly&#8221; alias tidak terang. </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Gunakan bahasa tanpa kalimat majemuk.</span></strong><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;"> </span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Membuat berita menjadi hidup bergaya ialah sebuah persyaratan yang dituntut dari wartawan. Berita demikian lebih menarik dibaca. Bandingkanlah, misalnya, kalimat yang berbunyi, &#8220;Si Amat dipukul babak belur oleh si Polan&#8221; dengan kalimat yang berbunyi, &#8220;Si Polan memukul si Amat babak belur&#8221;.</span> <span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Tidakkah terasa kalimat yang kedua jauh lebih hidup bergaya? Kecuali tentunya jika fokus hendak dijuruskan pada si Amat yang membuat kalimat pertama dapat dipertanggungjawabkan, maka umumnya cara menulis dengan kalimat kedua, yaitu dalam bentuk aktif lebih disukai dalam dunia jurnalistik. Kalimat pasif jarang dipakai, walaupun ada kalanya dia dapat menimbulkan kesan kuat.</span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Gunakan bahasa dengan kalimat aktif, bukan kalimat pasif. </span></strong></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Wartawan muda sering kali suka terhanyut menulis dengan mengulangi makna yang sama dalam berbagai kata. Ini dapat dipahami, apalagi jika dia hendak berkecimpung dalam dunia lirik dan puisi. Dia mengira dengan demikian tulisannya menjadi lebih indah. Misalnya, dia menulis kalimat berikut, &#8220;Siapa nyana, siapa kira, siapa sangka hati Bobby hancur-luluh, runtuh-berderai karena gadis jelita elok rupawan si manis Yatie&#8221;. Bahasa jurnalistik tidak menghajatkan hal demikian karena kata-kata yang dipakai harus efisien dan seperlunya saja. Kembang-kembang bahasa harus dihindarkan. Bahasa jurnalistik harus hemat dengan kata-kata.</span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Gunakan bahasa padat dan kuat. </span></strong></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Kembali kepada pengarang Ernest Hemingway, ia mengemukakan sebuah prinsip lain dalam penulisan berita. Kita bisa menulis umpamanya kalimat berikut, &#8220;Wartawan Sondang Meliala tidak menghendaki penataran wartawan olahraga&#8221;. Kalimat ini secara teknis dinamakan berbentuk negatif (lihat perkataan &#8220;tidak menghendaki&#8221;). Akan tetapi, dengan arti yang persis sama, kita bisa pula menulis, &#8220;Wartawan Sondang Meliala menolak penataran wartawan olahraga&#8221;. Kalimat ini dinamakan berbentuk positif (perkataan &#8220;menolak&#8221; positif sifatnya dibandingkan dengan perkataan &#8220;tidak menghendaki&#8221; yang mengandung perkataan &#8220;tidak&#8221; dan karena itu bersifat negatif. Manakala di antara kedua kalimat tadi yang kita pilih? Hemingway menasihatkan supaya sedapat-dapatnya kita menulis dalam bentuk kalimat positif. </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Gunakan bahasa positif, bukan bahasa negatif. </span></strong></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Demikianlah secara selayang pandang diberikan tadi suatu gambaranikhtisar atau &#8220;overview&#8221; tentang bahasa jurnalistik </span><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Indonesia</span><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">.</span> <span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Definisinya diberikan, sifat-sifat khasnya dicirikan, yaitu singkat, padat, sederhana, lancar, jelas, lugas, dan menarik.</span> <span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Pendasarannya diunjukkan, yaitu harus berdasar bahasa </span><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">baku</span><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">.</span> <span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Pokok-pokok aturan tata bahasa Indonesia tidak boleh diabaikannya.</span> <span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Ejaan baru ditaatinya. </span> <span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Dalam pertumbuhan kosa kata, dia mengikuti dan mencerminkan perkembangan masyarakat. </span> <strong><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Sumber: <span> </span></span></strong><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Bahasa Jurnalistik </span><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Indonesia</span><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;"> dan Komposisi (H. Rosihan Anwar, Media Abadi, Yogyakarta 2005 Hal : 15 – 19)</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;"> </span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/yuenisme.wordpress.com/90/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/yuenisme.wordpress.com/90/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yuenisme.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yuenisme.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yuenisme.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yuenisme.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yuenisme.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yuenisme.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yuenisme.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yuenisme.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yuenisme.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yuenisme.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yuenisme.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yuenisme.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yuenisme.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yuenisme.wordpress.com/90/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuenisme.wordpress.com&amp;blog=657570&amp;post=90&amp;subd=yuenisme&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yuenisme.wordpress.com/2008/06/28/beberapa-patokan-dalam-menulis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c14cd3165465117d16c0e49e4c27e2d5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yuenisme</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i46.photobucket.com/albums/f119/yuenis/note.gif" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Tips Penulisan: Tujuh Elemen Tulisan Memikat</title>
		<link>http://yuenisme.wordpress.com/2008/06/28/tips-penulisan-tujuh-elemen-tulisan-memikat/</link>
		<comments>http://yuenisme.wordpress.com/2008/06/28/tips-penulisan-tujuh-elemen-tulisan-memikat/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Jun 2008 11:09:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yuen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jurnalisme]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuenisme.wordpress.com/?p=83</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan yang hidup adalah senjata penting untuk menaklukkan minat pembaca di tengah persaingan antar media komunikasi yang kian ketat. Mereka dikangeni karena berjiwa — personal, memiliki sudut pandang yang unik dan cerdas, serta penuh vitalitas. Tulisan yang baik tak ubahnya seperti tarian burung camar di sebuah teluk: ekonomis dalam gerak, tangkas dengan kejutan, simple dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuenisme.wordpress.com&amp;blog=657570&amp;post=83&amp;subd=yuenisme&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" style="float:left;" src="http://i46.photobucket.com/albums/f119/yuenis/writing.jpg" alt="" width="132" height="137" /><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Tulisan yang hidup adalah senjata penting untuk menaklukkan minat pembaca di tengah persaingan antar media komunikasi yang kian ketat. Mereka dikangeni karena berjiwa — personal, memiliki sudut pandang yang unik dan cerdas, serta penuh vitalitas.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Tulisan yang baik tak ubahnya seperti tarian burung camar di sebuah teluk: ekonomis dalam gerak, tangkas dengan kejutan, simple dan elok. Tulisan yang baik adalah hasil ramuan ketrampilan (reporter) menggali bahan penting di lapangan dan kemampuan (redaktur) menuliskannya secara hidup.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span id="more-83"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="text-decoration:underline;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Tujuh Elemen</span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Apapun subyeknya, setiap karya jurnalistik yang bagus memiliki setidaknya tujuh unsur, antara lain:</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Informasi</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Adalah informasi, bukan bahasa, yang merupakan batu bata penyusun sebuah tulisan yang efektif. “Prosa adalah arsitektur, bukan dekorasi interior,” kata Ernest Hemingway. Untuk bisa menulis prosa yang efektif, penulis pertama-tama harus mengumpulkan kepingan informasi serta detil konkret yang spesifik dan akurat — bukan kecanggihan retorika atau pernik-pernik bahasa.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Signifikansi</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Tulisan yang baik memiliki dampak pada pembaca. Dia mengingatkan pembaca pada sesuatu yang mengancam kehidupan mereka, kesehatan, kemakmuran maupun kesadaran mereka akan nilai-nilai. Dia memberikan informasi yang ingin dan penting diketahui pembaca. Serta meletakkan informasi itu dalam sebuah perspektif yang berdimensi: mengisahkan apa yang telah, sedang dan akan terjadi.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Fokus</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Tulisan yang sukses biasanya justru pendek, terbatasi secara tegas dan sangat fokus. “Less is more,” lagi-lagi kata Hemingway. Umumnya tulisan yang baik hanya mengatakan satu hal. Mereka mengisahkan seorang serdadu atau seorang korban, bukan pertempuran. Memperbincangkan sebuah person, sebuah kehidupan, bukan sebuah kelompok sosio-ekonomi.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;"><span> </span>“Don’t write about Man, write about a man,” kata Elwyn Brooks White, seorang humoris Amerika.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Konteks</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Tulisan yang efektif mampu meletakkan informasi pada perspektif yang tepat sehingga pembaca tahu dari mana kisah berawal dan kemana mengalir, seberapa jauh dampaknya dan seberapa tipikal. Penulis yang tak terlalu piawai menyajikan konteks dalam sebuah kapsul besar secara sekaligus, sehingga sulit dicerna. Penulis yang lebih lihai menggelombangkan konteks ke seluruh cerita.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Wajah</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Manusia suka membaca tulisan tentang manusia lainnya. Jurnalisme menyajikan gagasan dan peristiwa — trend sosial, penemuan ilmiah, opini hukum, perkembangan ekonomi, krisis internasional, tragedi kemanusiaan — dengan memperkenalkan pembaca kepada orang-orang yang menciptakan gagasan dan menggerakkan peristiwa. Atau dengan menghadirkan orang-orang yang terpengaruh oleh gagasan dan peristiwa itu.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Tulisan akan efektif jika penulisnya mampu mengambil jarak dan membiarkan pembacanya bertemu, berkenalan serta mendengar sendiri gagasan/informasi/perasaan dari manusia-manusia di dalamnya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;"><span> </span>“Don’t say the old lady screamed — bring her on and let her scream,” kata Mark Twain, jurnalis dan novelis pengarang The Adventure of Tom Sawyer.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Bentuk</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Tulisan yang efektif memiliki sebuah bentuk yang mengandung dan –sekaligus — mengungkapkan cerita. Umumnya berbentuk narasi. Dan sebuah narasi bakal sukses jika memiliki semua informasi yang dibutuhkan pembacanya dan jika ceritanya bisa diungkapkan dalam pola kronologis aksi-reaksi. Penulis harus kreatif untuk menyusun sebuah bentuk yang memungkinkan pembacanya memiliki kesan komplet yang memuaskan, perasaan bahwa segala yang ada dalam tulisan mengalir ke arah konklusi yang tak terhindarkan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Suara</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Kita tak boleh lupa, bahkan dalam abad komunikasi </span><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">massa</span><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;"> seperti sekarang kegiatan membaca tetap saja bersifat pribadi: seorang penulis bertutur kepada seorang pembaca. Tulisan akan mudah diingat jika mampu menciptakan ilusi bahwa seorang penulis tengah bertutur kepada pembacanya. Majalah/koran yang baik tak ubahnya seperti pendongeng yang memukau. Dan penulis yang baik mampu menghadirkan warna suara yang konsisten ke seluruh cerita, tapi menganekaragamkan volume dan ritme untuk memberi tekanan pada makna.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Secara ringkas, tulisan yang baik mengandung informasi menarik dan berjiwa. Menarik karena penting, terfokus dan berdimensi. Serta berjiwa, karena berwajah, berbentuk dan bersuara.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Tulisan Memble: Tujuh Kegagalan</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">(1) Gagal menekankan segala yang penting — seringkali karena gagal meyakinkan bahwa kita memahami informasi yang kita tulis.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">(2) Gagal menghadirkan fakta-fakta yang mendukung.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">(3) Gagal memerangi kejemuan pembaca. Terlalu banyak klise, hal-hal yang umum. Tak ada informasi spesifik yang dibutuhkan pembaca.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">(4) Gagal mengorganisasikan tulisan secara baik — organisasi kalimat maupun keseluruhan cerita.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">(5) Gagal mempraktekkan tata bahasa secara baik; salah membubuhkan tanda baca dan salah menuliskan ejaan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">(6) Gagal menulis secara balans, sebuah dosa yang biasanya merupakan akibat ketidakpercayaan kepada pembaca, atau keengganan untuk membiarkan fakta-fakta yang ada mengalirkan cerita sendiri tanpa restu dari persepsi penulis tentang arah cerita yang benar. Dengan kata lain: menggurui pembaca, elitis.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">(7) Semua kegagalan itu bermuara pada kegagalan untuk mengkaitkan diri dengan pembaca. Banyak tulisan akan lebih baik — dan banyak tulisan yang dianggap sulit akan menjadi lebih mudah — jika kita ingat bahwa kita tidak sedang menulis sebuah novel besar. Kita hanya mencoba menyalurkan sesuatu kepada mereka yang telah membeli koran kita.</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/yuenisme.wordpress.com/83/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/yuenisme.wordpress.com/83/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yuenisme.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yuenisme.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yuenisme.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yuenisme.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yuenisme.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yuenisme.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yuenisme.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yuenisme.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yuenisme.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yuenisme.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yuenisme.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yuenisme.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yuenisme.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yuenisme.wordpress.com/83/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuenisme.wordpress.com&amp;blog=657570&amp;post=83&amp;subd=yuenisme&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yuenisme.wordpress.com/2008/06/28/tips-penulisan-tujuh-elemen-tulisan-memikat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c14cd3165465117d16c0e49e4c27e2d5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yuenisme</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i46.photobucket.com/albums/f119/yuenis/writing.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Menyunting dan Menulis Ulang</title>
		<link>http://yuenisme.wordpress.com/2008/06/28/menyunting-dan-menulis-ulang/</link>
		<comments>http://yuenisme.wordpress.com/2008/06/28/menyunting-dan-menulis-ulang/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Jun 2008 10:26:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yuen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jurnalisme]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuenisme.wordpress.com/?p=76</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Dewitt H. Scott Penulis yang baik harus selalu dan selalu menyunting tulisannya serta memperhatikan alur dan ritme tulisan mereka. Dan mereka juga harus mengetahui apa makna dari tiap kata yang mereka pakai. Anda menyunting tulisan dengan tujuan untuk menyingkat, mempertajam, menyederhanakan dan menjelaskan, untuk meningkatkan urutan dan logika pikiran, dan untuk menguji semuanya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuenisme.wordpress.com&amp;blog=657570&amp;post=76&amp;subd=yuenisme&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" style="float:left;" src="http://i46.photobucket.com/albums/f119/yuenis/writing.jpg" alt="" width="132" height="137" />
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Oleh : <strong>Dewitt H. Scott</strong></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Penulis yang baik harus selalu dan selalu menyunting tulisannya serta memperhatikan alur dan ritme tulisan mereka. Dan mereka juga harus mengetahui apa makna dari tiap kata yang mereka pakai.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span id="more-76"></span><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;"><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Anda menyunting tulisan dengan tujuan untuk menyingkat, mempertajam, menyederhanakan dan menjelaskan, untuk meningkatkan urutan dan logika pikiran, dan untuk menguji semuanya dari sudut pandang seorang pembaca. Saat Anda mengedit, tanyakan pada diri sendiri pertanyaan berikut:</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">1. Sudahkah saya memakai kata kerja dalam kalimat aktif?</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">2. Sudahkah saya menempatkan subyek saya di dekat kata kerja?</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">3. Sudahkah saya memilih kata-kata yang benar-benar menerjemahkan maksud saya dengan tepat?</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">4. Sudahkah saya menghindari kalimat yang panjang dan sulit dipahami?</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">5. Sudahkah saya menghapus kata-kata yang tak perlu, terutama kalimat bercabang?</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">6. Sudahkah saya menghindari perpindahan nada kalimat yang menyentak &#8212; dari </span><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">gaya</span><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;"> percakapan ke khotbah, dari santai ke formal?</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Satu trik untuk penyuntingan adalah dengan memikirkan kembali apa yang telah Anda tulis sehingga keesokan harinya Anda dapat &#8216;merevisinya&#8217; dengan pikiran yang segar. Apa yang Anda banggakan hari ini mungkin akan memalukan Anda keesokan harinya. Samuel Johnson memahami trik tersebut. &#8220;Baca kembali tulisanmu,&#8221; katanya, &#8220;dan ketika mendapati satu bagian yang menurutmu bagus, kembangkan bagian itu!&#8221;</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Penulis Kurt Vonnegut juga mengatakan hal serupa: Miliki keberanian untuk menghapus. &#8220;Kefasihan bicara Anda harus dapat menjadi pelayan pikiran di kepala Anda,&#8221; katanya. &#8220;Anda dapat memiliki patokan: Jika sebuah kalimat, tak peduli seberapa bagusnya, ternyata tak dapat menerangkan subyek Anda dengan cara yang baru dan bermanfaat, hapus saja!&#8221;</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Saat Anda merasa bahwa Anda telah selesai melakukan proses penyuntingan, periksa kembali file tulisan itu ke mesin pengecek tata bahasa sekali lagi, meski Anda mungkin sudah pernah melakukannya. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Jangan langsung mengabaikan semua anjuran yang muncul. Tetap perhatikan peringatan seperti &#8220;kalimat pasif&#8221; atau &#8220;kalimat panjang&#8221; sebagai kesempatan untuk melakukan penyuntingan secara kasar. Apakah ada alternatif cara lain untuk menuliskan topik Anda? Saat menyunting tulisan, ujilah semuanya dari sudut pandang pembaca, pastikan tak ada</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">yang terlewat, periksa keakuratannya dan cobalah untuk mempersingkat, mempertajam, mengembangkan dan menyederhanakan tulisan tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Tanyakan pada diri Anda pertanyaan-pertanyaan berikut:</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">1. Apakah susunannya sudah teratur? Apakah pembaca dapat mengetahui mana awal, pertengahan dan akhir tulisan saya? Apakah saya telah memberikan pembaca sebuah alur yang jelas dan mudah dimengerti? Apakah semua sudah terdengar logis?</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">2. Apakah sudah jelas? Apakah tulisan saya sudah tidak lagi terlalu abstrak atau lebih membumi?</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">3. Bagaimana nada kalimat saya? Dalam membuat percakapan, apakah saya terlalu &#8216;cerewet&#8217; atau terlalu &#8216;basa-basi&#8217;? terlalu resmi? kasar? terlalu lembut?</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">4. Apakah usaha saya untuk menyisipkan humor berhasil? Jika memang mendukung, permainan kata atau sebuah kisah lucu mungkin akan bisa cocok dan bagus dipakai. Namun jika Anda sendiri masih ragu, lupakan sa8ja! Humor yang gagal akan menghasilkan kegagalan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Selera humor akan membantu &#8212; baik untuk tulisan Anda atau opini mengenai diri Anda. Nat Schmulowitz adalah seorang yang sederhana, yang juga seorang pengacara, sejarawan, dan penulis. Dia mengatakan bahwa humor bisa lebih menarik daripada sejarah, dan untuk menjelaskan lebih lanjut pernyataannya tersebut, ia menulis:</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">&#8220;Orang sombong, orang picik atau orang yang sedang marah tidak dapat menertawakan dirinya sendiri, atau ditertawai. Namun seseorang yang dapat menertawakan dirinya sendiri, atau ditertawai, telah selangkah lebih maju ke kewarasan yang sempurna yang membawa kedamaian di bumi dan perbuatan yang baik kepada sesama.&#8221;</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Demikianlah. Kerja keras Anda telah selesai. Namun masih ada satu langkah lagi. Perlihatkan tulisan Anda pada beberapa orang yang Anda hormati dan lihat seperti apa Anda kelihatannya. Selanjutnya tulis kembali.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Bahan diterjemahkan oleh Ary dari:</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Buku : Secrets of Succesful Writing</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Judul Artikel : Rewriting and Editing</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Pengarang : Dewitt H. Scott</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Penerbit : Reference Software International, </span><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">USA</span><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">, 1989</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Halaman : 129 &#8211; 131</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/yuenisme.wordpress.com/76/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/yuenisme.wordpress.com/76/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yuenisme.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yuenisme.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yuenisme.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yuenisme.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yuenisme.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yuenisme.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yuenisme.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yuenisme.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yuenisme.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yuenisme.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yuenisme.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yuenisme.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yuenisme.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yuenisme.wordpress.com/76/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuenisme.wordpress.com&amp;blog=657570&amp;post=76&amp;subd=yuenisme&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yuenisme.wordpress.com/2008/06/28/menyunting-dan-menulis-ulang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c14cd3165465117d16c0e49e4c27e2d5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yuenisme</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i46.photobucket.com/albums/f119/yuenis/writing.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
