Posted on August 17, 2008 by Yuen
Oleh Asvi Warman Adam
Coba bayangkan seandainya tidak ada Frans Soemarto Mendur di Pegangsaan Timur 56 Jakarta tanggal 17 Agustus 1945 ? Apakah proklamasi kemerdekaan Indonesia itu dapat diyakini benar-benar terjadi? Sebagai fotografer ia mengabadikan peristiwa yang teramat bersejarah bagi bangsa Indonesia itu. Untuk menghindari penggeledahan Jepang, Frans Mendur menyembunyikan negatif film itu di dalam tanah [...]
Filed under: Jurnalisme | Leave a Comment »
Posted on July 3, 2008 by Yuen
Pernah membaca laporan yang menyajikan pernyataan-pernyataan dari sumber yang tidak ingin disebutkan nama identitasnya? Pasti pernah. Biasanya kerap ditemukan dalam sebuah pelaporan investigasi. Biasanya sumber anonim banyak muncul dalam sebuah laporan/berita yang agak sensitif. Ada macam-macam motivasi seseorang narasumber untuk tidak mengungkapkan identitasnya kepada publik, seperti takut informasi yang disampaikan dapat membahayakan keselamatan bahkan nyawanya. [...]
Filed under: Jurnalisme | Leave a Comment »
Posted on July 1, 2008 by Yuen
Oleh: Arya Gunawan
Salah satu petuah yang diterima wartawan baru di BBC (British Broadcasting Corporation) adalah ihwal pentingnya verifikasi. Petuah itu kira-kira berbunyi: jangan pernah menerima mentah-mentah setiap informasi yang diperoleh, bahkan dari narasumber yang paling kredibel sekalipun; selalulah diverifikasi (cek silang) ke sumber lain yang independen. Di mata lembaga penyiaran terkemuka yang bermarkas [...]
Filed under: Jurnalisme | Leave a Comment »
Posted on June 28, 2008 by Yuen
Oleh: H. Rosihan Anwar
Pada awalnya sudah kita katakan bahasa jurnalistik memiliki sifat-sifat khas, yaitu singkat, padat, sederhana, lancar, jelas, lugas, dan menarik. Dalam hubungan itu, marilah kita tetapkan beberapa patokan dalam menggunakan bahasa jurnalistik. Pengarang Amerika Ernest Hemingway yang memenangkan Hadiah Pulitzer dan Hadiah Nobel di waktu mudanya menjadi wartawan surat kabar [...]
Filed under: Jurnalisme | Leave a Comment »
Posted on June 28, 2008 by Yuen
Tulisan yang hidup adalah senjata penting untuk menaklukkan minat pembaca di tengah persaingan antar media komunikasi yang kian ketat. Mereka dikangeni karena berjiwa — personal, memiliki sudut pandang yang unik dan cerdas, serta penuh vitalitas.
Tulisan yang baik tak ubahnya seperti tarian burung camar di sebuah teluk: ekonomis dalam gerak, tangkas dengan kejutan, simple dan [...]
Filed under: Jurnalisme | 1 Comment »
Posted on June 28, 2008 by Yuen
Oleh : Dewitt H. Scott
Penulis yang baik harus selalu dan selalu menyunting tulisannya serta memperhatikan alur dan ritme tulisan mereka. Dan mereka juga harus mengetahui apa makna dari tiap kata yang mereka pakai.
Filed under: Jurnalisme | Leave a Comment »
Posted on June 26, 2008 by Yuen
Banyak rekan yang ingin belajar menulis kolom. Hingga kini saya belum bisa menulis kolom yang baik. Berikut panduan menulis kolom dari Farid Gaban, Direktur Pena Indonesia dan MediaLab Paramadina.
PENGANTAR
Dalam dunia sastra, esai dimasukkan dalam kategori non-fiksi, untuk membedakannya dengan puisi, cerpen, novel dan drama yang dikategorikan sebagai fiksi. Membuka halaman-halaman koran atau majalah, kita akan [...]
Filed under: Jurnalisme | Leave a Comment »
Posted on June 18, 2008 by Yuen
Potensi konflik horizontal masih menjadi mimpi buruk perjalanan panjang demokratisasi di Indonesia, setelah selama tiga dasawarsa potensi tersebut ‘dikelola’ dengan baik oleh kekuasaan. Hingga satu dekade tumbangnya Soeharto (pada 1998 lalu) masih menyisakan sejumlah potensi terjadinya benturan antar rakyat secara massal.
Filed under: Jurnalisme | Leave a Comment »
Posted on June 14, 2008 by Yuen
Stick to the issues.
Watch out for candidates who employ clever public relations tactics that have nothing to do with real election issues. Some candidates find they can call more attention to themselves by launching a hate campaign against their opponents (personal family values is a favorite topic) rather than addressing important issues like the [...]
Filed under: Jurnalisme | 2 Comments »
Posted on June 14, 2008 by Yuen
(Disunting dari tulisan Budiman S. Hartoyo, Wartawan senior TEMPO)
Salah kaprah (ungkapan dalam bahasa Jawa) ialah kesalahan yang biasa dilakukan, tapi telanjur dianggap benar. Celakanya, baik orang awam maupun pejabat, bahkan juga pers, sering kejangkitan penyakit salah kaprah dalam berbahasa.
Filed under: Bahasa, Jurnalisme | Leave a Comment »